Tag

, , ,

mulsa-plastik-hitam-perak-3Penggunaan mulsa plastic hitam perak semakin popular di kalangan pertanian. Baik pertanian di perkampungan, persawahan, perkebunan besar atau di lereng pegunungan. Salah satu manfaat penggunaan mulsa plastic hitam perak yang memudahkan para petani adalah mencegah dari serangan hama.

Banyak manfaat menggunakan mulsa plastik hitam perak untuk agribisnis. Beberapa manfaat tersebut adalah untuk mengusir hama yang berkeliaran dan menganggu pertumbuhan tanaman.

Cara kerja efektif mengusir hama yang dapat dilakukan oleh mulsa plastik hitam perak adalah dengan memantulkan cahaya yang menerpa mulsa kembali ke atas. Kondisi ini membuat hama tidak nyaman bertengger di bawah daun di batang tanaman atau di sekitar atas tanaman.

Beberapa hama tanaman yang dapat dikendalikan dengan penggunaan mulsa plastic hitam perak adalah seperti;

Hama Wereng

Gejala serangan hama wereng seperti:

  1. Menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang-lubang.
  2. Daun dan batang kemudian kering, dan pada akhirnya mati.

Cara pengendalian hama wereng dapat dilakukan dengan penanaman serentak, penggunaan insectisida, atau dengan pengendalian hayati (dengan menggunakan musuh alami wereng).

Cara mudah untuk membantu pengendalian hama wereng adalah dengan memasang mulsa plastik hitam perak, dengan warna perak bagian atas. cahaya pantulan warna perak dari mulsa membantu hewan ini tidak nyaman menempel di tanaman.

Hama Walang Sangit

Walang sangit menjadi hama penghisap buah muda. Cara mengatasi hama walang sangit adalah dengan insectisida, menebarkan musuh hayati walang sangit (laba-laba, misalnya), atau penggunaan mulsa hitam perak, dengan warna mulsa perak di bagian atas. pantulan panas dan cahaya dari warna perak mulsa mengganggu kenyamanan walang sangit hinggap pada tanaman.

Hama Ulat

Hama ulat sangat menjengkelkan. Gejala serangan dari hama ulat seperti:

  1. Aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang, terutama pada malam hari.
  2. Daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja.

Cara pengendalian hama ulat adalah dengan membuang telur kupu-kupu dan semprot pestisida. Penggunaan mulsa juga cukup membantu membuat hama ulat merasa tidak nyaman menempel di bagian bawah daun.

Hama Tungau

Gejala serangan yang dilakukan oleh hama tungau adalah:

  1. Tungau (kutu kecil) bisaanya terdapat di sebuah bawah daun untuk mengisap daun tersebut.
  2. Pada daun yang terserang kutu akan timbul bercak-bercak kecil kemudian daun akan menjadi kuning lalu gugur.

Cara Pengendalian hama tungau dapat dilakukan dengan mengumpulkan daun-daun yang terserang hama pada suatu tempat dan dibakar. Oleh sebab itu disarankan penggunaan mulsa hitam perak, dengan menempatkan warna perak pada bagian atas untuk meminimalisir serangan hama tungau. Hama tungau dan telur tungau akan terbantu menjadi tidak produktif saat terkjena panas pantulan warna perak mulsa.

Beberapa hama lain yang bisa menyerang tanaman adalah seperti orong-orong, uret, ganjur atau sejenis lalat ordo diptera, pengorok daun atau hama putih, ulat pengerek buah, ataupun hewan lain seperti tikus. Masing-masing hama tersebut memiliki cara tersendiri dalam menyerang tanaman.

Pengendalian hama dapat dilakukan dengan cara yang bervariasi, seperti penyemprotsan insectisida, pestisida, membiakkan musuh alami hama (burung hantu, laba-laba, ular, dan lain-lain), atau dengan cara penangkapan dan pemusnahan. Pemusnahan pada telur hama biasanya dilakukan dengan dibakar.

Cara lebih dini menanggulangi hama yang juga cukup efektif adalah dengan menggunakan mulsa plastik hitam perak. Dengan warna perak bagian atas sangat membantu untuk mengganggu kenyamanan hama menempel pada tanaman sepanjang hari.

Iklan